News


Komandan Pangkalan TNI AL Nunukan Letnan Kolonel Pelaut Imam Hidayat, Minggu (16/11), menyatakan, pihaknya telah mengusir kapal perang Malaysia yang memasuki wilayah perairan Indonesia di dekat Pulau Bunyu, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Pengusiran itu berpedoman pada peta nomor 353 yang diakui dunia internasional. ”Kapal perang Malaysia itu masih memasuki perairan itu karena mereka masih mengklaim sebagai wilayahnya. Padahal, kami tetap berpedoman peta nomor 353, makanya kapal itu langsung diusir,” ujarnya.

Menurut Imam, jika terdapat kapal asing yang memasuki wilayah perairan Indonesia, hal itu dianggap melanggar kedaulatan negara. Akibatnya, perlu tindakan tegas dengan tidak membiarkan aktivitas mereka.

Sejauh ini, kapal patroli yang ditempatkan TNI AL untuk menjaga wilayah perbatasan perairan Indonesia di perairan dekat Pulau Bunyu di antaranya KRI Diponegoro-365, KRI Yos Sudarso-353, dan KRI Hiu-804. ”Pengusiran kapal perang negara asing yang memasuki wilayah perairan Indonesia sesuai prosedur yang berlaku,” tambah Imam. (Kompas)

 

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //