News


JAKARTA, KOMPAS  Harga sejumlah saham di sektor pelayaran dan kelautan kembali naik, Senin (8/12), merespons langkah penenggelaman kapal nelayan asing ilegal, akhir pekan lalu. Sejak pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menyatakan tol laut sebagai salah satu program unggulan, sejumlah saham di dua sektor itu bangun dari tidur panjang mereka.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) melesat 35 poin (35 persen) menjadi Rp 135 per saham. Saham perusahaan integratif perikanan itu bergerak di rentang Rp 100-Rp 135 dengan total transaksi Rp 33,4 miliar.

Saham PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) juga naik hingga 19 persen, naik 11 poin menjadi Rp 68 per saham. Bergerak di rentang Rp 57-Rp 74, saham APOL ditransaksikan hingga Rp 45,5 miliar.

Kedua saham itu termasuk dalam 20 saham teraktif di BEI, kemarin. Saham DSFI dan APOL baru bergerak lagi setelah pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Oktober lalu. Kedua saham tersebut bangun dari posisinya di level Rp 50-an per saham yang nyaris tak bergerak sejak awal tahun.

Saham lainnya yang juga termasuk salah satu saham teraktif adalah saham PT Trada Maritime Tbk (TRAM) yang akhirnya ditutup turun 10 poin (2 persen) ke Rp 490 per saham. Saham TRAM bergerak di rentang harga Rp 460-Rp 525 per saham. Sejak awal bulan ini, saham TRAM naik hampir dua kali lipat dari level terendahnya Rp 248 per saham.

Kondisi fundamental

Sejumlah analis pasar modal menilai, kenaikan harga saham di sektor pelayaran dan kelautan merupakan respons atas sentimen program tol laut dan langkah pemerintah baru dalam sektor-sektor itu. Namun, investor diingatkan untuk melihat kondisi fundamental perseroan. Hal ini untuk mencegah salah memilih saham dan waktu untuk membeli atau menjual.

”Rencana pemerintah di sektor itu bagus sekali, tetapi belum tentu sesuai dengan kinerja emiten-emiten,” kata David Sutyanto, analis First Asia Capital.

Analis LBP Enterprise Luky Bayu Purnomo menyatakan, tantangan pemerintah selanjutnya adalah memberikan dampak nyata secara terpadu bagi potensi pertumbuhan ekonomi dan investasi kelautan dan perikanan.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia M Alfatih mengatakan, pergerakan jangka pendek akan memiliki rentang jangka panjang jika program pemerintah direspons perusahaan. Respons perusahaan pun sifatnya fundamental. Misalnya, kenaikan kontrak pemakaian kapal dan atau peningkatan produksi ikan. (Kompas)

Leave a comment's

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

back to top --> //